SINOPSIS
Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas penting yang berperan besar dalam perekonomian Indonesia, terutama sebagai sumber penghasilan utama bagi jutaan petani. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, produksi kakao mengalami penurunan drastis yang disebabkan oleh kombinasi faktor abiotik seperti suhu tinggi, kekeringan, dan rendahnya kandungan hara tanah, serta faktor biotik berupa serangan hama dan penyakit. Tanaman yang mengalami stres akibat kondisi lingkungan yang tidak optimal menjadi lebih rentan terhadap gangguan tersebut, sehingga menyebabkan kematian tanaman dan alih fungsi lahan ke komoditas lain yang lebih adaptif.
Buku ini disusun oleh Tim Cocoa Research Group sebagai panduan berbasis riset untuk membantu petani dan enumerator lapangan dalam mengenali, mendiagnosis, dan mengelola hama serta penyakit baru pada tanaman kakao. Tujuan utamanya adalah mendukung penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan menjaga keberlanjutan produksi kakao di masa depan. Pemantauan dilakukan di wilayah Cocoa Life Mondelez yang mencakup empat provinsi: Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatra Barat, dan Lampung. Kegiatan ini meliputi pemetaan area terdampak, dokumentasi gejala spesifik, analisis kondisi lingkungan, identifikasi patogen menggunakan teknik biomolekuler, serta wawancara langsung dengan petani terdampak.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa hama utama kakao saat ini adalah Penggerek Buah Kakao (PBK, Conopomorpha cramerella) dan Helopeltis sp., serta hama baru seperti kumbang Ambrosia (Xyleborus, Xylosandrus) yang menyerang batang dan berasosiasi dengan kanker batang serta busuk buah. Di sisi lain, penyakit lama seperti busuk buah Phytophthora dan Vascular Streak Dieback (VSD) masih ditemukan, namun kini muncul pula penyakit baru yang lebih destruktif seperti Lasiodiplodia (busuk buah, busuk akar, mati ranting) dan kanker batang Fusarium-Lasiodiplodia. Sebagian besar penyakit baru ini menyebabkan kematian total tanaman dan diyakini sebagai dampak utama dari stres tanaman akibat cekaman suhu dan kekurangan hara.